Ayu Komala Sari ^^. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Lap DASLINTAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lap DASLINTAN. Tampilkan semua postingan

Non-Arthropoda hama


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Dasar teori
            Untuk mengenal berbagai jenis binatang yang dapat berperan sebagai hama, maka sebagai langkah awal dalam kuliah dasar-dasar Perlintan  akan dipelajari bentuk atau morfologi, khususnya morfologi luar (external morphology) binatang penyebab hama. Namun demikian, tidak semua sifat morfologi tersebut akan dipelajari dan yang dipelajari hanya terbatas pada morfologi “penciri” dari masing-masing golongan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan identifikasi atau mengenali jenis-jenis hama yang dijumpai di lapangan.
         Hama tanaman adalah binatang yang mengganggu atau menimbulkan kerusakan pada tanaman. Dunia binatang dibedakan menjadi beberapamgolongan besar disebut Phylum dan Kelas. Empat phylum hama (herbivora) penting, Chordata, (Kelas: Aves, Mamalia), Mollusca (Kelas:mGastropoda), Nemathelminthes (Kelas: Nematoda), dan Arthopoda (Kelas: Insecta atau Hexapoda Arachnida).
Aves atau unggas adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang  (vertebrata) yang memiliki bulu  dan sayap . beberapa diantara sebagai hama tanaman (burung gelatik, gereja, betet) dan ada sebagai peredator hama (eleng) . Mamalia dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makan anaknya, ada rambut, dan tubuh endoterm atau “berbadan panas”. Beberapa anggota mamalia penting sebagai hama tumbuhan antara lain: kelompok kere (ordo primates,family cercopitheciadae) yang sering kali merusak tanaman, misalnya kera (nacacairus), lutung atau budeng (cercopithecus naurus). Kelompok kera menyakai buah-buahan, misalnya pisang,coklat,jagung,kelapa,tebi, dan cabang-cabang muda tanaman. Kelompok babi (ordo ungulate,family suidae) sangat menyukai  ubi-ubian, jagung,tebu,batang kelapa sawit myda, misalnya celeng atau babi hutan (sus vitasus) kelompok musang (paradosurus hermaproditus) menyukai buah-buahan , nanas, kakao, kapas, kopi. kelompok binatang mengerat (ordo rodenita) merupakan mamalia yang paling banyak menimbulkan kerugian pada tanaman. Tupai (fam. Scuridae) di jawa ,bali,Sulawesi  siciurus notatus, dan di sumatera, Kalimantan    S. vittatus menyukai buah kelepa, kopi, kapok, duruan dll.
Tikus (fam. Muriedae) terduri dari tikus rumah (Rattus diardi) merugikan bahan-bahan simpanan, tikus ladang(Ratus jalorensis) dan tikus sawah (Rattus brovicaudatus, R.argentiventer) Filum Mollusca yang anggotanya berperan sebagai hama adalah dari klas Gastropoda. Muluska merupakan hawan triploplastik selomata yang bertubuh lunak . Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis , siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya. Moluska merupakan filum  terbesar ke-2 dalam kerajaan benatang setelah filum Arthropoda. 
Tubuh tidak bersekmen . simetri bilateral . tubuhnya terdiri dari “kaki” muscular, dengan substar , menggalih dan member substar, atau melakukan pergerakan. Gastropoda memiliki cangkang bergelung pada tahap dewasa . contoh   Gastropoda  hama adalah Achatina fulica atau bekicot , pomacea ensularis  calanikulata (keong emas) Filum aschelminthes yang  banyak dilenal berperan sebagai hama tanaman  (bersifat parasit) adalah anggota kelas nematode. Namun , tidak semua anggota Nematoda bertindak sebagai hama, sebab ada di antaranya berperan sebagai nematode saprofag serta sebagai hama , sebab ada di antaranya yang berperan sebagai nematoda saprofag serta sebagai nematoda predator (pemasang). Nematoda berasal dari bahasa yunani yang berarti benang. Berbentuk memanjang seperti tabung, kadang-kadand membengkok, melengkung, seperti kumparan.
Gerakan nematoda dalam media air biasanya meliuk-liuk seperti ular . (Nematoda parasit binatang) . jenis-jenis nematode yang di temukan di alam dapat bertindak sebagai parasit dan saprofitik. Nematoda parasit tanaman dapat menyarang bagian tanaman sesuai dengan sifat parasitasi nematode itu sendiri. Ada yang bersifat ektoparasit, endoparasit ataupun ekto-endo parasit. Bagian tanaman yang terserang dapat berupa akar, batang, daun, dan bahkan pada bagian biji. Tubuh nematoda tidak bersegmen, bentuknya silindris memanjang, kecuali pada beberapa genera yang sejenis kelamin betina, simetris bilateral, merupakan binatang yang mempunyai tiga lapisan (tripoblastik) atau terdiri dari tiga lapis blastula ( lapisan ini terbentuk dan berkembang didalam telur), mempunyai rongga tubuh semu, tubuhnya transparan (dan tidak bewarna), memiliki sistem organ tubuh lengkap, yang berupa system pengeluaran, dan system reproduksi. Tidak memiliki sistem peredaran darah. Nematoda parasit tanaman biasanya mempunyai stilet.

B.     Tujuan praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
·         Membedakan ciri morfologi penting filum-filum non-Arthropoda
·         Mengenal gejala kerusakan tanaman akibat masing-masing serangannya.






BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Bahan dan Alat Praktikum
1.      Tikus (Rattus spp.), tupai (Sciurus sp), bekicot (Achatina fullica Fer.), keong mas (Pomaceaensularis canaliculata), Nematoda (Meloidogyne, Rhabdsitis, dan Pratylenchus) masing-masing jantan dan betina.
2.      Alkohol 70%, kloroform, gliserin, dan kapas.
3.      Mikroskop stereo, loup, pinset, cawan petri dan jarum tombak.

2.2 Cara Kerja:
1.      Tikus dan tupai : Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian perhatikan bentuk dan ukuran tubuhnya, bandingkan ukuran panjang ekor dengan panjang kepala dan tubuhnya. Perhatikan warna bulu bagiab atas dan bagian bawah tubuhnya. Hitung jumlah pasangan putting susu pada betina. Perhatikan bagian-bagian tersebut di atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masing-masing bagian tersebut.
2.      Bekicot dan keong mas : Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian perhatikan tubuhnya yang lunak, bagian depan kepala dan kaki bilateral simetris, bagian perut umumnya berbentuk spiral dan terbungkus oleh cangkang spiral yang simetris. Kaki terletak disebelah ventral dan digunakan untuk merayap yang dapat ditarik ke dalam cangkang. Perhatikan pada kepala yang lemah terdapat dua pasang tentakel yang dapat diperpanjang dan ditarik kembali. Pada ujung-ujung tentakel posterior terdapat mata. Pada bagian depan kepala terdapat mulut yang padanya terdapat gigi parut ( radula) untuk mengunyah makanannya. Pada sisi kanan tubuh dibelakang kepala dijumpai lubang genital, sedangkan anus dan lubang pernafasan terdapat dibagian tepi mantel tubuh di dekat batas dengan cangkang. Perlu diketahui bahwa bekicot mempunyai system reproduksi jantan betina di dalam satu tubuh. Adanya ovatestis dapat menghasilkan telur maupun sperma. Perhatikan bagian-bagian tersebut di atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masing-masing bagian tersebut.
3.      Melidogyne, Rhabiditid, dan Pratylenchus. Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian perhatikan lubang mulut pada ujung depan dan lubang anus pada ujung belakang bagian ventral. Pada nematode parasitic dapat anda temukan adanya alat pencucuk (stylet). Stylet pada marga Tylenchida terdiri dari conus, bagian ujung : silindris, bagian tengah : dan knop, bagian pangkal. Stylet demikian disebut Odontostlet. Perhatikan pada nematode jantan Rhabditis, ukurannya relative lebih kecil disbanding yang betina dan ujung belakang terdapat spikula. Pada nematode betina, vulva terdapat pada bagian tengah ventral. Perhatikan bagian-bagian tersebut di atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masing-masing bagian tersebut.







Bab III
Hasil & Pembahasan
3.1     Hasil
Ø  Tikus
Mencit Mus 
musculusKlasifikasi ilmiah
Filum         : Chordata
Kelas         : Mamalia
Ordo         : Rodenta
Family       : Muridae
Genus        : Ratus
Spesies      : Ratus ratus diardi
Ø  Tupai
Tupai 
madras (Anathana ellioti)Klasifikasi ilmiah
Filum         : Chordata
Kelas         : Mamalia
Ordo         : Rodenta
Family       : Sciuridae
Genus        : Callosciurus
Spesies      : Callosciurus sp
Ø  Bekicot
Klasifikasi ilmiah
Filum         : Molusca
Kelas         : Gastropoda
Ordo         : Pulmonata
Family       : Achatinidae
Genus        : Achatina
Spesies      : Achatina fulica
Ø  Nematoda
Brugia malayi.JPGKlasifikasi ilmiah
Filum         : Nematoda
Kelas         : Phasmidia/ Secernentea
Ordo         : Tylenchinida
Family       : Heteroderidae
Spesies      : Meloidgyne



3.2  Pembahasan
a. Tikus (Rattus rattus)
Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam suku Muridae. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus) yang ditemukan hampir di semua negara dan merupakan suatu organisme model yang penting dalam biologi; juga merupakan hewan peliharaan yang populer.
   Tikus pohon memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan tikus rumah. Bulu tubuh bagian ventral putih bersih atau kadang-kadang agak keabu-abuan. Panjang ekor biasanya lebih panjang daripada panjang tubuh + kepala. Jumlah putting susunya ada 10 buah. Tikus sawah memiliki ciri-ciri tubuh antara lain bulu-bulu tubuh bagian ventral berwarna keabu-abuan atau biru keperakan. Panjang ekor biasanya sama atau lebih pendek daripada panjang tubuh + kepala. Pada pertumbuhan penuh panjang tubuhnya antara 16-22 cm serta jumlah puting susu ada 12 buah.  Jenis-jenis penting mencit (Mus sp.)  tikus rumah (Rattus rattus) tikus got (Rattus norvegicus) tikus sawah (Rattus argentiventer) wirok (Bandicota sp.) Celurut (shrew), yang sering disebut sebagai "tikus", sesungguhnya bukanlah termasuk golongan hewan pengerat, melainkan hewan pemangsa serangga (Insectivora).

b. Tupai (Tupaia glis).
                        Tupai adalah segolongan mamalia kecil yang mirip, dan kerap dikelirukan, dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan jauh kekerabatannya dengan keluarga bajing. Tupai banyak memangsa serangga, dan dahulu dimasukkan ke dalam bangsa Insectivora (pemakan serangga) bersama-sama dengan cerurut. Sedangkan bajing dan bajing terbang termasuk bangsa Rodentia (hewan pengerat) bersama-sama dengan tikus. Bajing merupakan salah satu hama kelapa. Dalam bahasa Inggris, tupai disebut treeshrew, yang arti harfiahnya cerurut pohon (tree pohon, shrew cerurut). Meski tidak semuanya arboreal, hidup di pohon.
            Tupai memiliki otak yang relatif besar. Rasio besar otak berbanding besar tubuh pada tupai adalah yang terbesar pada makhluk hidup, bahkan mengalahkan manusia.
c. Mollusca
   Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak.Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang.Hewan ini tergolong triploblastik selomata. Tubuh hewan ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kaki, badan, dan mantel. Sistem saraf moluska terdiri dari cincin saraf yang memiliki esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaannya lengkap, terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.
   Anatomi moluska relatif mirip dengan vertebrata. Hal ini menyebabkan banyak ahli memperkirakan bahwa vertebrata dan moluska masih memiliki kedekatan hubungan evolusi. Hal ini diperkuat pula dengan kenyataan bahwa moluska, terutama Cephalopoda, memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa di antaranya terbukti memiliki kemampuan mengingat yang kuat.
   Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi.Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur.Namun ada yang dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m seperti cum-cumi raksasa.


d.  Nematoda
Klas nematoda terdiri dari bebrapa spesies tidak hanya bersifat parasitik terhadap manusia, namun juga terhadap binatang, tumbuhan baik yang diusahakan maupun liar.Nematoda merupakan organisme yang mempunyai struktur sederhana. Nematoda dewasa tersusun oleh ribuan sel-sel somatik, ratusan sel diantaranya membentuk sistem reproduksi.  Tubuh nematoda berupa tabung yang disebut sebagai pseudocoelomate.
          Kutikula: Merupakan bagian dinding tubuh bagian luar yang berfungsi sebagai pelindung bagian di bawahnya. anggota klas nematoda yang bersifat saprofag digolongkan ke dalam nematoda non parasit dan untuk kelompok nematoda yang berperan sebagai hama tanaman dimasukkan ke dalam golongan nematoda parasit. Untuk pembicaraan selanjutnya, anggota klas nematoda yang bersifat saprofag digolongkan ke dalam nematoda non parasit dan untuk kelompok nematoda yang berperan sebagai hama tanaman dimasukkan ke dalam golongan nematoda parasit.






IV. KESIMPULAN

v  Hama adalah hewan pengganggu yang menyebabkan turunya produktivitas dan kuantitas dari hasil produksi pertanian
v  Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam suku Muridae. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.).
v  Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak
v  Nematoda merupakan organisme yang mempunyai struktur sederhana. Nematoda dewasa tersusun oleh ribuan sel-sel somatik, ratusan sel diantaranya membentuk sistem reproduksi. 
v  Tupai adalah segolongan mamalia kecil yang mirip, dan kerap dikelirukan, dengan bajing.
v  Empat phylum hama (herbivora) penting, Chordata, (Kelas: Aves, Mamalia), Mollusca (Kelas:mGastropoda), Nemathelminthes (Kelas: Nematoda), dan Arthopoda (Kelas: Insecta atau Hexapoda Arachnida).






DAFTAR PUSTAKA

Purnomo, Bambang. 2011. Penuntun Praktikum daslintan. PS. Agroekoteknologi.                   Faperta   UNIB.
Arief arifin, 1992, Perlindungan Tanaman Hama Penyakit dan Gulma. Usaha
         Nasional : Malang.
Martoredjo Toekidjo. 1983. Ilmu Penyakit Lepas Panen. Ghalia Indonesia : Jakarta.
Pracaya. 1996. Hama dan Penyakit Tumbuhan. Universitas Indonesia Press. : Jakarta
Sastrahidayat, Ika Rochidjatun. 1990. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Usaha Nasional : Surabaya.
Triharso. 1994. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gajah Mada. Universitas Press. Yogyakarta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Patogen tanaman


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kehidupan mahluk di dunia ini selalu tergantung dari dunia tumbuhan secara langsung maupun tidak langsung. Tumbuhan dapat memanfaatkan sumber energi matahari dan mengolahnya bersama, zat-zatlainnya menjadi zat makanan yang sangat berguna untuk mahluk hidup. Selain tumbuhan dapatmenghasilkan bahan pangan bagi rnanusia dan mahluk lainnya, juga melengkapi keperluan hidup kitadengan bahan sandang dan papan serta bahan untuk keperluan hidup lainnya.Secara tidak langsung tumbuhan berguna untuk mengatur tata air dalam tanah dan mempertahankankesuburan tanah terhadap bahaya erosi. Selain itu sebagai akibat proses asimilasi maka tumbuhandapat mengisi kekurangan atmosfir akan zat oksigen.Dengan demikian dapat dipahami akan ketergantungan kehidupan kita akan tumbuhan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan sudah makin terbatasnya areal yang dapat dimanfaatkan untuk  pertumbuhan tanaman yang berguna, maka dunia kita menghadapi berbagai kesulitan untuk memenuhikeperluan hidup dan memberi kesejahteraan penduduk dunia.Berbagai usaha dibidang pertanian telah dilakukan secara simultan seperti pemakaian jenis ungul, pengairan yang cukup, pengerjaan tanah serta pemeliharaan tanaman yang memenuhi persyaratan dan pemberantasan hama penyakit tumbuhan.Kesemua tindakan tersebut perlu mendapat perhatian yang sama. Karena jika tidak demikian, makasegi yang kurang mendapat perhatian akan menjadi faktor pembatas termasuk gangguan hama dan penyakit tumbuhan



Tujuan Praktikum
Untuk dapat mengenal dan membedakan diantara kelompok patogen tanaman dengan kelompok lainnya dari pengamatan koloni pada biakan dan pada tanda kerusakan








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Musuh alami pathogen adalah organism yang mengganggu patogrn, sedangkan musuh alami hama adalah organism yang mengganggu hama. Bentuk pengganggunya dapat berupa hiperparasitik, antagonistic, predatorik, parasitpid, dan patogenetik.
Serangga selain bersifat sebagai hama, banyak juga yang bersifat sebagai predator dan parasitoid. Selain tipe mulutnya khas, predator biasanya memiliki ukuran tubuh lebih besar dari inangnya dan membutuhkan lebih dari satu ekor mangsa selama hidupnya. Mangsanya biasanya lebih kecil, lebih lemah atau kurang lincah.( Sastrahidayat,1990)
Patogen tanaman dapat berupa tumbuhan parasit, jamur parasit, bakteri parasit,. Virus mikroplasma, dan nematoda parasit. Musuh-musuh alami patogen-patogen tersebut dapat berupa jamur, bakteri, yang sifatnya hiper parasit bagi patogen itu sendiri. (Pracaya,1996) Sifat-sifat morfologi itu di bawh ini :’
-          Tumbuhan Parasit
Dalam merawat tanaman jenis apapun, hendaknya perlu diperhatikan pemeliharaannya. Selain pemberian pupuk dan penyiraman regular, perawat tanaman hendaknya perlu memperhatikan timbulnya tanaman pengganggu yang lazim disebut tanaman parasit.
Tanaman parasit dapat mengganggu pertumbuhan tanaman induk karena tanaman parasit menyerap mineral dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanaman induk untuk dirinya sendiri yang kemudian menyebabkan tanaman induk tidak mendapatkan zat-zat penting tersebut. Bila dibiarkan maka dapat membinasakan tanaman induk.
Tanaman parasit berasal dari benih yang terbawa oleh binatang seperti burung, serangga atau binatang lainnya serta angin. Tanaman yang termasuk tanaman parasit adalah benalu, jamur, gulma dan lain-lain. Biasanya tumbuh di sekitar atau di tubuh tanaman induk. Tanaman-tanaman tersebut dapat dibasmi dengan menggunakan pestisida sedangkan untuk serangga yang mengganggu pertumbuhan tanaman induk dapat menggunakan insektisida.
Tanaman organik menggunakan pembunuh tanaman parasit yang alami dan pupuk organik yang alami dan tidak berbahaya. Bahan makanan organic sebenarnya sangat disarankan namun saying harganya cukup mahal dan masih belum terjangkau oleh kebanyakan masyarakt Indonesia. (Triharso,1994)
-          Bakteri
Bakteri dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.
Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain. (Martoredjo,1984)
Ciri-Ciri Umum
  1. Tubuh uniseluler (bersel satu)
  2. Tidak berklorofil (meskipun begitu ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen seperti klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan hidupnya autotrof
  3. Reproduksi dengan cara membelah diri (dengan pembelahan Amitosis)
  4. Habitat: bakteri hidup dimana-mana (tanah, air, udara, mahluk hidup)
  5. Satuan ukuran bakteri adalah mikron (10-3)

Bentuk-Bentuk Bakteri
  1. Kokus  : bentuk bulat, monokokus, diplokokus, streptokokus, stafilokokus, sarkina
  2. Basil    : bentuk batang, diplobasil, streptobasil
  3. Spiral   : bentuk spiral, spirilium (spiri kasar), spirokaet (spiral halus)
  4. Vibrio  : bentuk koma
Alat Gerak Bakteri
Beberapa bakteri mampu bergerak dengan menggunakan bulu cambuk/flagel. Berdasarkan ada tidaknya flagel dan kedudukan flagel tersebut, kita mengenal 5 macam bakteri.
  1. Atrich  : bakteri tidak berflagel. contoh: Escherichia coli
  2. Monotrich       : mempunyai satu flagel salah satu ujungnya. contoh: Vibrio cholera
  3. Lopotrich        : mempunyai lebih dari satu flagel pada salah satu ujungnya. contoh: Rhodospirillum rubrum
  4. Ampitrich        : mempunyai satu atau lebih flagel pada kedua ujungnya. contoh: Pseudomonas aeruginosa
  5. Peritrich           : mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. contoh: salmonella typhosa

-          Jamur (fungi)
Jamur atau fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi (dari akar kata Yunani μυκες, "lendir", dan λογοσ, "pengetahuan", "lambang").
Klasifikasi Jamur
  • Zygomycota
Zygomycota adalah jamur yang disebut demikian karena reproduksinya menghasilkan zigot. Cirinya adalah sebagai berikut:
  1. Hifanya tidak bersekat
  2. Intinya haploid
  3. Berbentuk benang hifa yang umumnya bersekat
  4. Multiseluler
  5. Bersifat senositik
·         Ascomycota
Ascomycota diberi nama demikian karena ia bereproduksi menggunakan askus sebagai alatnya. Jenis ini memiliki paling banyak jenis dibandingkan yang lainnya dan banyak dipakai di industry makanan. Cirinya adalah sebagai berikut:
  1. Hifa bersekat dan senositik
  2. Bersifat saprofit, parasit, atau bersimbiosis
  3. Alat reproduksi disebut askus
  4. Uniseluler dan multiseluler
·         Basidiomycota
Basidiomycota adalah jamur yang disebut demikian karena memiliki alat reproduksi yang disebut basidiokarp. Cirinya adalah sebagai berikut:
  1. Hifa bersekat
  2. Bersifat saprofit atau parasit
  3. Dapat berbentuk lembaran atau bertudung
·         Deuteromycota
Deuteromycota adalah jamur yang disebut fungi imperfecti (jamur tidak sempurna) karena tidak diketahui reproduksi seksualnya. Jamur ini multiseluler dengan hifa bersekat dan bereproduksi vegetatif dengan konidiospora. Hidup jamur ini bersifat saprofit atau parasit. Jenisnya adalah :
  1. Epidermophyton floccosum, Microsporium audoini, Trychophyton, dan Epiderophyton, Scelothium rolfsii, Helmintrosporium oryzae, Malassezia furfur, Fusarium dll.
-          VIRUS
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.( Semangun,2001)


BAB III
METODOLOGI

3.1. BAHAN DAN ALAT
Ø  Bahan
1.      Benalu (loranthus sp., viscum sp) yang masih melekat pada tanaman inangnya
2.      Tali putri ( Cuscuta sp., Cassytha sp.) Yang masih melekat pada tanaman inangnya
3.      Biakan jamur Deuteromycotina (Pestolasia sp., Fusarium sp.) Dan bagian tanaman yang terserang
4.      Bagian tanaman yang terserang jamur asomycotina ( meliola, sp. Capnodium sp.)
5.      Bagian tanaman yang terserang jamur Basidiomycotina (Hemileia sp., Puccinia sp..)
6.      Biakan bakteri patogen (Erwina carotovora, Pseudomonas solanacearum) dan bagian tanaman yang terserang.
7.      Foto virus tmv, kristal virus, dan bagian tanaman yang terserang.
Ø  alat
1.      Mikroskop
2.      Jarum Preparat
3.      Gelas Obyek
4.      Gelas Penutup
5.      Laktofenol
6.      Loup

 METODE PRAKTIKUM
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorim Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan UNIB. Adapun urutan kegiatan yang kami lakukan dalam acara ini adalah:
  1. Digambar dan diberi keterangan biakan/koloni dan sediaan bagian tanaman abnormal
  2. Diperhatikan dan catat ciri-ciri penting yang membedakan dari yang lainnya.
  3. Menyebutkan taksonominya dan beri keterangan tentang hal-hal yang saudara anggap penting untuk diinformasikan.






BAB IV
HASIL

4.1 Hasil Pengamatan
Ø  Benalu (Loranthus sp., viscum sp)

Keterangan:
Gambar benalu yang masih melekat pada inangnya.
 









Klasifikasi ilmiah
Nama               : Benalu
Ordo                : Santalales
Famili              : Loranthaceae
Genus              : Loranthus
Nama inang     : Mangga
Ø  Tali putri (Cuscuta sp., cassytha sp sp)
Keterangan:
Gambar tali putri yang masih  melekat pada inangnya

 










Klasifikasi
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Ordo                : Laurales
Familia            : Lauraceae
Genus              : Cassytha
Species            : Cassytha filiformis L
Ciri-ciri

Ø  Jamur Fusarium
 









Klasifikasi:
Kelas               :           Sordariomycetes
Ordo                :           Hypocreales
Familia            :           Nectriaceae
Genus              :           Fusarium


Ø  Jamur Basidiumycotina                   
       Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Ganoderma
P. Karst





BAB V
PEMBAHASAN

Ø  Benalu (Loranthus, suku Loranthaceae) adalah sekelompok tumbuhan parasit obligat yang hidup dan tumbuh pada batang (dahan) pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Tumbuhan ini menghasilkan getah yang lengket. Persebaran tumbuhan ini terjadi dibantu unggas (ornithokori). Apabila burung memakan buah dan bijinya lalu mengekskresikan pada dahan pohon yang sesuai, bijinya akan berkecambah dan benalu muda tumbuh.
Ciri-ciri benalu:
§  Perdu yang bercabang banyak.
§  Ranting dengan ruas yang membesar.
§  Daun bertangkai pendek, eliptis sampai bentuk lanset, kadang-kadang bulat telur, gundul 3,5-17 kali 1,5-7 dengan ujung yang agak meruncing, serupa kulit, mengkilat. Karangan bunga berbunga 5-7, kebanyakan berdiri sendiri,
§  Di ketiak, kadang-kadang dalam berkas pada ruas yang tua.
§  Tangkai bunga pendek.
§  Tabung kelopak elipsoid, panjang lingkaran 3 mm, pinggiran mahkota sangat pendek.
§  Mahkota sebagai tunas dewasa 1-1,5 cm panjangnya separo bagian bawah melebar, di tengah dengan 6 sayap, di atas menyempit menjadi buluh sempit, berakhir ke dalam gada tumpul, kuning atau hijau kekuningan, coklat tua di atas sayap, kuning sampai merah pada ujung. Taju mahkota pada akhirnya melengkung jauh kembali dan terpuntir. Bagian yang bebas dari benang sari panjangnya 3-5 mm.
§   Kepala putik bentuk gada. Buah bulat peluru, panjang 6 mm, akhirnya coklat violet tua.
§  Tumbuh di atas berbagai jenis pohon (van Steenis, 1975). Benalu merupakan tumbuhan parasit yang menempel pada pohon sebagai inang. Tumbuh dari dataran menengah sampai pegunungan dari ketinggian 800-2300 meter di atas permukaan laut.
§   Berbunga pada bulan Juni-September. Waktu panen yang tepat bulan April-Mei (Anonim, 1999). Bagian yang digunakan adalah daun atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan (Anonim, 1999).
Benalu (loranthus) merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya tidak memerlukan media tanah. Ia hidup sebagai parasit (parasiet=Belanda), menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain dan mengisap mineral yang larut dalm pohon kayu yang ditempelinya dapat mati. Bunga benalu berkelamin tunggal biji buahnya mengandung getah.Pengembangbiakannya melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut. Proses pengembangbiakannya sangat sederhana: biji benalu yang bergetah itu dimakan binatang atau burung. Kemudian biji benalu tersebut melekat di dahan dahan kayu bersama dengan kotoran burung yang memakannya, dan tumbuh di dahan itu. Benalu dapat tumbuh pada berbagai pohon inang, antara lain pada pohon teh, mangga, alpukat, langsat, sirsak, belimbing, rambutan dan lain sebagainya.
Benalu adalah sekelompok tumbuhan parasit yang banyak tersebar hampir di seluruh bagian wilayah Indonesia. Tidak kurang dari 160 jenis benalu dapat ditemukan di Indonesia. Dalam pengobatan tradisional Indonesia, benalu banyak digunakan antara lain sebagai anti hipertensi, anti malaria, anti diare, anti tusiva, diuretika, analgetika, anti fertilitas dan yang paling menarik perhatian, benalu juga diperkirakan mempunyai khasiat anti kanker. Kandungan kimia benalu belum banyak diungkapkan. Beberapa penelitian berhasil mengidentifikasikan adanya beberapa senyawa alkaloida, glikosida, flavonoida, triterpen, dan asam-asam fenolat pada ekstrak batang dan daun benalu. Dari beberapa hasil penelitian terungkap bahwa ekstrak batang dan daun beberapa jenis benalu ternyata memiliki aktifitas biologis yang cukup tinggi. Ekstrak benalu juga terbukti memiliki daya antioksidan, suatu aktifitas yang berperan dalam pengobatan kanker. Uji toksisitas terhadap benalu relatif tidak toksik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa benalu mempunyai prospek yang cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Namun demikian masih harus dilakukan banyak penelitian untuk benalu, termasuk khasiat spesifiknya sebagai obat kanker.
Ø  tali putri
Terna parasit yang tersebar di daerah tropis, tumbuh merambat dam membelit pada bagian atas dari tanaman lain. Tumbuhnya tidak teratur. Batang bulat halus seperti benang, lemas, bercabang, panjang 3–8 m, diameter kurang dari 0,5 mm, warna coklat muda kekuningan melekat pada tanaman lain dengan alat penghisap. Daun berupa sisik kecil. Bunga kecil, warna putih kekuningan, berkelamin dua, panjang lebih kurang 2 mm, berkumpul dalam bulir, panjang 2–5 cm. Buah bulat, berdaging, diameter 7 mm. Sifatnya manis, agak pahit, sejuk dan beracun. Herba ini masuk meridian hati dan ginjal. Khasiatnya penurun panas, antiradang, peluruh kencing, pembersih darah (depuratif), menghentikan perdarahan (hemostatik), dan obat cacing (antelmintik).
Ø  Fusarium
Fusarium adalah suatu jamur berserabut didistribusikan secara luas pada tanaman dan di dalam tanah. Hal ini ditemukan dalam mycoflora normal komoditas, seperti beras, kacang, kedelai, dan tanaman lain. Sementara sebagian besar spesies yang lebih umum di daerah tropis dan subtropis, beberapa tinggal di tanah di daerah beriklim dingin. Beberapa spesies Fusarium memiliki negara teleomorphic. Selain sebagai tanaman Common patogen, Fusarium spp. adalah agen penyebab yang dangkal dan infeksi sistemik pada manusia. Infeksi akibat Fusarium spp. secara kolektif disebut sebagai fusariosis. Yang paling virulen Fusarium spp. adalah Fusarium solani. Trauma adalah faktor predisposisi utama untuk pengembangan infeksi kulit akibat strain Fusarium. Disebarluaskan infeksi oportunistik, di sisi lain, berkembang dalam host imunosupresi, terutama di neutropenic dan transplantasi pasien. Fusarium infeksi transplantasi organ padat berikut cenderung tetap lokal dan memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan yang yang mengembangkan pada pasien dengan keganasan dan hematological transplantasi sumsum tulang pasien. Fusarium spp. menghasilkan mycotoxins. Menelan butir terkontaminasi dengan racun-racun ini dapat menimbulkan gejala alergi atau karsinogenik dalam jangka panjang konsumsi. Fumonisins adalah mycotoxins dihasilkan oleh Fusarium moniliforme dan Fusarium proliferatum pada jagung. Mereka dapat menyebabkan kanker esofagus. Kelompok lain mycotoxins, zearalenones, mungkin juga diproduksi oleh beberapa Fusarium spp. tumbuh dalam butir. Studi pada pengurangan atau penghapusan terkontaminasi Fusarium mycotoxins dari komoditas pertanian dan makanan sedang berlangsung.
Ø  Jamur pestolatia
Jamur Pestalotia sp. telah diidentifikasi sebagai jamur penyebab penyakit bercak daun. Ciri-ciri Pestalotia sp. adalah, bila menyerang tanaman akan menimbulkan bercak-bercak pada daun dengan area nekrosa yang tampak kering pada bagian tengahnya, berbintik-bintik kecil (cairan) yang berwarna hitam yang disebut acervuli jamur. Pada bagian pinggir serangan tampak berwarna coklat atau merah.
Ø  Jamur Basidiumycotina                   
Divisi Basidiomycotina adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium.Ganoderma adalah genus polipor yang tumbuh di kayu.





BAB VI
PENUTUP


KESIMPULAN :
ü  Benalu adalah tanaman inang yang ditenpati oleh benalu akan kelihatan kerdil, tanaman kurang sehat karena makanan atau unsur hara yang seharusnya untuk  tanaman inang di makan oleh benalu/tanaman parasit
ü  Tali Putri tanaman inang tidak terarur karena adanya taliputri yang menghambat pertumbuhan inangnya
ü  Pestalosia menyerang tanaman dan menimbulkan bercak-bercak pada daun dengan area nekrosa yang tampak kering pada bagian tengahnya, berbintik-bintik kecil (cairan) yang berwarna hitam
ü  Basidiumycotina Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus dan genus ganoderma yang banyak terdapat pada kayu




DAFTAR PUSTAKA


Purnomo, Bambang. 2011. Penuntun Praktikum daslintan. PS. Agroekotek.
     Faperta UNIB. Bengkulu

Martoredjo Toekidjo. 1983. Ilmu Penyakit Lepas Panen. Ghalia Indonesia : Jakarta.

Pracaya. 1996. Hama dan Penyakit Tumbuhan. Universitas Indonesia Press. : Jakarta

Sastrahidayat, Ika Rochidjatun. 1990. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Usaha Nasional : Surabaya.

Triharso. 1994. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gajah Mada. Universitas Press. Yogyakarta.

Semangun, H. 2001. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Martoredjo, Toekidjo. 1984. Ilmu Penyakit Lepas Panen. Yudhistira. Jakarta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS